Tribulus bantu kemampuan seksual

Di Eropa tribulus terrestis dikenal dengan nama ”Puncture Vine” atau Caltrop  digunakan sebagai herbal stimulan untuk meningkatkan libido (kemampuan seksual) pria dan wanita sejak berabad-abad lampau. Selain itu, tanaman ini juga digunakan dalam pengobatan hati, ginjal, serta penyakit saluran pencernaan.

Lily M. Perry, penulis buku ”Medicinal Plants of East and Southeast Asia”, mengatakan tribulus dapat digunakan sebagai astringen, aprodisiaka, diuretika, tonika, serta hemostatika. Sementara G.S. Stuart MD, dalam buku ”Chinese Materia Medica Vegetable Kingdom”, menyebutkan tanaman yang juga dikenal dengan sebutan Chi-li/Jili ini dapat digunakan sebagai penambah sperma pria serta untuk gangguan ginjal.

Tanaman yang berkembang biak melalui biji ini tumbuh menjalar, terdiri dari banyak cabang dengan daun kecil-kecil yang berpasangan. Batangnya menjalar dan beruas, rata-rata mencapai panjang 1,5 m.

Tribulus memiliki akar tunggang dan serabut. Bunganya berwarna kuning yang tumbuh hampir pada setiap ruas batang dan cabang, Sementara buahnya berduri berukuran kecil, terdiri dari 3 sampai 4 keping biji. Kemungkinan bunga menjadi buah sangatlah tinggi.
Pada umur semusim, sekitar 3 bulan, tanaman sudah tumbuh sempurna dari akar, batang, daun, bunga hingga buah. Pada kondisi ini tanaman sudah siap dipanen.

Tanaman ini banyak tumbuh di Cina dan Jepang. Di Indonesia terdapat 2 jenis tribulus, yakni Tribulus terrestris dan Tribulus citoides (keduanya telah dibudidayakan). Tribulus terrestris merupakan tumbuhan luar negeri yang dibawa ke Indonesia. Sedangkan Tribulus citoides merupakan tanaman asli Indonesia yang dapat ditemui pada dataran rendah kepulauan Bali hingga Nusa tenggara.

Buah Tribulus mengandung linoleic acid, minyak esensial, tannin, phylloerytrin, glycoside, phlobaphenes, dan peroxidase.

Tribulus dapat membantu problem seksual karena memiliki komponen yang disebut protodioscin. Zat ini oleh tubuh manusia akan diubah menjadi hormon dehidroepiandosteron atau DHEA, yang merupakan stimulan untuk memproduksi hormon testosteron dan estrogen. Singkatnya, tribulus merangsang tubuh untuk membentuk hormon testosteron dan estrogen.

Penelitian di laboratorium dengan menggunakan tikus putih telah membuktikan bahwa pergerakan sperma tikus menjadi lebih aktif setelah diberikan tribulus. Selain itu, konsentrasi sperma juga meningkat.

Sumber: se7.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *